Tips 5: Sentuh Calon Pembeli Anda Sesekali
Menyentuh bagian tubuh calon pembeli akan memberikan kesan emosional yang lebih kuat. Hal ini akan membuat perasaan lebih dekat dan akrab, sekalipun itu baru pertemuan pertama.

Supaya lebih akrab, cobalah untuk menyentuh punggung telapak tangannya, pundak atau sikunya ketika sedang meyakinkan calon pembeli anda. Hal ini akan lebih meyakinkan calon pembeli anda.

Namun hal ini jangan dilakukan kepada calon pembeli yang berlainan jenis, karena hal itu tidak sopan. Juga jangan menyentuh bagian tubuh yang tidak seharusnya. Juga jangan memegang terlalu lama, karena hal itu bisa menimbulkan kesan tidak nyaman bagi calon pembeli.

Tips 6: Biasakan untuk menganggukkan kepala
Biasakan untuk menganggukkan kepala ketika sedang menanggapi perkataan-perkataan calon pembeli, sambil berkata, "Ya" atau "Benar Pak/Bu". Hal ini akan memudahkan calon pembeli untuk meniru perilaku anda ketika anda berbicara dan memudahkan calon pembeli untuk mengatakan "Ya" ketika sampai pada tahap pengambilan keputusan pembelian.

Tips 7: Cari Tahu Preferensi Calon Pembeli
Coba untuk menggali kebutuhan dan pemilihan calon pembeli terhadap produk-produk yang mereka miliki.

Contoh pertanyaan: "Apa alasan Bapak membeli mobil ini?" Misalnya jawabannya, "Karena mobil ini irit pemakaian bahan bakarnya." Berarti orang tersebut prioritas utamanya adalah "efisiensi".

Kalau jawabannya, "Kalau saya pakai mobil ini, prestise saya jauh lebih tinggi dibandingkan orang lain." Berarti orang ini prioritasnya adalah "unggul" dibandingkan dengan orang di sekitarnya.

Dengan menanyakan kebutuhan calon pembeli, anda dapat mengetahui kebutuhan utamanya dan menawarkan produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli. Ini akan membuat kemungkinan anda menjual lebih tinggi, dibandingkan anda tidak tahu kebutuhan calon pembeli.

Tips 8: Gunakan kalimat asumsi
Ketika calon pembeli sudah menunjukkan tanda-tanda akan membeli (dari cara berbicara ataupun bahasa tubuhnya), cobalah untuk menggunakan kalimat-kalimat asumsi, seolah-olah calon pembeli sudah siap untuk membeli atau bahkan sudah memiliki produk yang anda jual.

Gunakan kalimat: "KETIKA Bapak memiliki mobil ini..."

Jangan gunakan kalimat ini!! "JIKA Bapak membeli mobil ini..."

Kata "Ketika" lebih berkonotasi positif dan optimis. Sedangkan kata "Jika" lebih berkonotasi negatif dan pesimis. Kata "memiliki" memberikan kesan seolah-olah calon pembeli sudah memiliki produk atau jasa yang anda tawarkan. Sedangkan kata "membeli" lebih bersyarat, menuntut calon pembeli untuk melakukan tindakan pengorbanan tertentu, dan belum tejadi.

Selamat Mencoba!!

0 comments